Mengangkat tema “Reflection”, 100 koleksi karya terbaru Edward diperagakan seiring dengan perayaan sang perancang berkarya selama 30 tahun di Tanah Air.
"Tadinya, saya ingin memberi tema 'Celebration', tapi saya mengubahnya menjadi 'Reflection' karena refleksi diri lebih penting. Cerminan perjalanan hidup saya selama ini, saya hadirkan melalui 100 koleksi. Melalui koleksi ini, saya ingin memberikan spirit baru bagi anak muda dan berharap batik pesisir yang colorful bisa memberikan warna untuk mode Indonesia," jelas Edward sebelum pergelaran 'Reflection' di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Pada sekuen pertama fashion show, ditampilkan serangkaian tank top dan shorts batik dengan paduan blazer reversible (bisa dibalik), dilanjutkan dengan dress yang dijahit menggunakan teknik quilt. Sekuen kedua menampilkan dress pendek yang dipadukan dengan obi, midi dress dengan kancing di belakang, dan dress dengan penutup kepala. Dan pada sekuen terakhir, dress berbahan lembut melayang dan long dress bertema klasik menutup rangkaian pergelaran.
"Kalau diperhatikan, beberapa koleksi saya terbuat dari sisa-sisa kain perca. Digabungkan satu per satu menggunakan tangan, menghasilkan satu kain baru di mana saya memiliki 100 lembar di antaranya" sambung pria berkacamata ini.
Sejumlah model memamerkan atasan berpotongan bra menggunakan sisa kain perca. Kain digunting bulat mengikuti pola bra, kemudian disematkan dengan jarum dan benang hingga menghasilkan lingkaran sempurna. Kreatif sekaligus tak biasa!(ftr)





No comments:
Post a Comment